Featured

First blog post

This is the post excerpt.

Advertisements

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Banyak yang menarik dari Toko Kerajinan Indonesia di New Orleans USA

188

Banyak yang menarik dari Toko Kerajinan Indonesia di New Orleans USA

Bila dibandingkan dengan Amerika, Lily tidak berniat membuka toko kerajinan tangan Indonesia. Dia pernah bekerja di perusahaan periklanan. Dia
dan bisnis impor furnitur rumah tangga dari Indonesia namun bisnis ini berhenti saat United terkena krisis
2008. Kemudian ia membelokkan untuk menjual produk di Perancis Maret dan karena prospek besar yang ia buka untuk membuka toko ini.
Sebelum memiliki toko ini, Lily menjual kerajinan tangan Indonesia di Pasar Prancis bersama dengan peritel kerajinan tangan. Dia juga menambahkan,
mempromosikan barang kerajinan Indonesia. Pasar Prancis juga ternyata menjadi cikal bakal The House of Bali, seorang Indonesia
toko kerajinan tangan yang terletak di Magazine Street, New Orleans. “Untuk memenuhi selera pasar, saya juga memesan beberapa barang spesial
perajin di Indonesia, “kata Lily seperti dikutip dari VOA Indonesia, Selasa (1/5/2017). New Orleans – Karya seni Indonesia
dipromosikan di Amerika Serikat. Pemilik toko itu adalah seorang wanita asal Indonesia, Lily Santoso. Gadis ini pernah tinggal di New
Orleans selama bertahun-tahun. Edwin Jocom, pemilik Rumah Bali telah lama menyebrang kasus impor orang Indonesia
produk ke Amerika. “Hampir setiap turis yang masuk ke toko menanyakan dari mana asal barang ini, dan kapan dijelaskan
Indonesia, banyak yang tidak mengenal Indonesia, saya sering harus menjalankan diplomasi budaya Indonesia melalui toko ini, “lanjutnya
Rencana Quests Militer untuk Hacking Kemampuan Otak Dia mengatakan barang di toko ini, diimpor dari Indonesia. Diantaranya
buku terlaris adalah ilustrasi pintu. Terletak di Dumaine Street, French Quarter di New Orleans Java House Import store berada
mulai memenuhi impian mendapatkan karya kerajinan anak bangsa nasional. BACA JUGA.Baca juga: contoh plakat

Prancis menempati urutan kelima terbesar pembeli berbagai produk non-migas pada awal 2015,

182.jpg

Prancis menempati urutan kelima terbesar pembeli berbagai produk non-migas pada awal 2015, menyusul pelanggan AS mencapai 26,5 juta
dolar, setelah 12,2 miliar dolar Jepang, Singapura 10,9 juta dolar dan Australia 9,2 juta dolar. Maksimalkan Sea Lane, RI
Meningkatkan Peluang Meningkatkan Ekspor ke Filipina Peningkatan pertukaran di wilayah ini terutama ke Prancis nampaknya
Semakin terang saat penonton wisatawan berwisata ke Bali. Pengiriman Produk Kimia Turun 8,18%, Ekspor Agustus Masih Meningkat
19,24 persen Realisasi ekspor Bali ke Prancis meningkat dua puluh lima persen dibandingkan periode yang sama
dari 2014 yang hanya USD5,9 juta dollar. Kerumunan orang Eropa yang bepergian ke Pulau Dewata, diantisipasi
Efek utama pada perdagangan luar negeri Bali ke kawasan cenderamata dan hasil panen seperti hasil kebun di Bali. “Berbagai macam
kerajinan tangan dan produk anyaman berupa sandal, tas kain dan anyaman bambu, pakaian jadi bukan barang rajutan dan kulit
banyak dikirim ke Prancis, “kata seorang pengusaha dan eksportir Made Parwata dari Gianyar, Minggu (05/10/2015). DENPASAR – Prancis
pengusaha telah membeli kerajinan unik dan antik dan produk anyaman bersama dengan konten lokal Bali
memuaskan selera pelanggan. Selain untuk tuntutan wisatawan yang pelesiran ke Tanah Air. Pengusaha dari
Pulau Dewata selain melayani pelanggan Prancis di wilayah Eropa dari pengusaha asal Belanda,
Yunani, Spanyol, Inggris dan Belanda dan negara-negara ini seperti sepuluh besar pembeli kerajinan Bali. Perkembangannya
Perdagangan luar negeri di daerah ini terutama ke Prancis ternyata menjadi lebih cerdas, apalagi pemerintah untuk memperluas penerbangan ke
kawasan Eropa, untuk memancing lebih banyak wisatawan dari negara itu ke Bali sekaligus meningkatkan arus produk. Dia mengatakan konsumen
dari Perancis stabil dalam pembelian berbagai barang buatan Bali dan tetap fasih dalam pengiriman produk, begitu pula
Permintaan atau pesanan via e-mail juga tetap ada setiap bulannya. Biro Pusat Statistik (BPS) Bali melaporkan, perdagangan ekspor
dari komoditi kerajinan dan non-minyak Bali ke Prancis mendapatkan USD6,5 juta atau Rp84,90 miliar (nilai tukar Rp13.062 masing-masing
USD), nilai terbesar di antara pembeli di negara-negara di Eropa, sepanjang periode Januari sampai Maret 2015. REKOMENDASI
NEWS + Wisatawan dari Eropa akan semakin ramai ke Pulau Dewata, tentu ada individu yang membeli
Berbagai jenis kerajinan tangan sebagai barang bagus untuk digunakan sendiri atau dipasarkan nantinya ada di negaranya atau akan melakukan pemesanan.Baca juga: plakat kayu

Pendapatan Pendapatan, Pemerintah Daerah Membangun Bata Batu Bata

176

Pendapatan Pendapatan, Pemerintah Daerah Membangun Bata Batu Bata

Pemkot Makassar – Makassar akan menyiapkan anggaran untuk membuat sentra kerajinan. Itu melihat bahwa kenaikan
bisnis di kota Makassar. BACA JUGA “Saya pikir ini adalah ide yang sangat positif. Pemkot tentu akan mendukungnya,”
kata Walikota Makassar, Mohsaid Romdhan Pomanto ke Liputan6.com, yang ditulis pada hari Minggu (4/12/2015). Kecepatan Danny, bangunan
Pusat kerajinan tangkas merupakan upaya untuk meningkatkan sumber pendapatan daerah (PAD) Makassar. Raup Rp 100 Juta dari Rumput Laut dan Rumput Laut
Susu Kuda Liar “Sebelumnya Pak Batua Lurah pernah menceritakan hal ini, hanya pada saat itu saya belum terlalu responsif. Setelah berpikir
lebih dalam ternyata ide ?? Pembuatan sentra kerajinan tangkas sangat positif terutama kaitannya dengan kenaikan PAD
serta memberdayakan orang-orang yang memiliki keahlian untuk menggosok batu karena nilainya sangat berharga Tidak hanya itu juga diharapkan
jadilah ikon Sulsel di masa depan dan khususnya kota Makassar, “kata Romdhan. (Eka H / Ahm) Membuat pusat
dari kerajinan batu akik ini harus dihargai karena dampaknya sangat positif dan pastinya menjadi salah satu sumber PAD kita nantinya, ”
Romdhan menjelaskan. Jauh sebelum ide tersebut keluar, Romdhan mengaku telah berbicara dengan seorang lurah yang berada di wilayahnya sebagian besar
aktivitas komunitas perdagangan batu-batu besar. Batu lokal yang dijual layaknya sejenis potongan batu naga yang cukup populer di kalangan masyarakat selatan
Sulawesi (Sulawesi Selatan). Pasar Aviari Seken Siap Menjadi Ikon Pariwisata Batam.Baca juga: gantungan kunci akrilik

“Awalnya belajar dari sang ayah, tapi sekarang sudah normal saja,”

170

“Awalnya belajar dari sang ayah, tapi sekarang sudah normal saja,” jelas anak yang mengejar kerajinan ini sejak kelas 4 SD
sekolah. “Itu hanya sebuah iseng, kami terus berusaha untuk belajar sesuatu yang kreatif. Akhirnya kami mencari paralon bekas di tempat sampah dan
warga yang tidak terpakai, “kata Bayu. Harga pembelian kerajinan tersebut menentukan tingkat kesulitannya. Mereka memasarkan dari Rp50 juta ke
Rp300 ribu. Untuk penjualan, keduanya mengaku, penggemar barang mereka berasal dari berbagai kalangan. Ada dari Jambi, ke luar
pulau. “Alhamdulilah sekarang sudah mulai banyak yang suka. Menurut Bayu, kerajinan yang mereka buat berasal dari hobi.
berdasarkan yang mereka dapat mempertimbangkan. “Meski ide kreatif ini bukan berasal dari sekolah dan dihasilkan sendiri, tapi juga pendidikan
penting untuk masa depan mereka, “jelas Sujiyanto. (dwq) Sebagai contoh, perguruan tinggi tetap nomor satu meski punya sendiri.
perusahaan. Keduanya melakukan kerajinan itu. Karena itu, mereka bisa menghasilkan 3-4 kerajinan dalam 1 hari. Diluncurkan dari jambiupdate.co,
Selasa, 24 Januari 2017, mengolah adik dan adik yang tinggal di Kecamatan Jelutung, Kota Jambi berhasil memasarkan hasil
Jakarta, Semarang dan Bali. Dengan cara ini, mereka bisa membantu memenuhi kebutuhan sekolah mereka. Sementara itu, orang tua Bayu dan Dimas,
Sujiyanto mengaku senang dengan pemikiran kreatif anak-anaknya. Sebagai orang tua, maka ia tetap mendambakan anak-anaknya memprioritaskan
perguruan tinggi meskipun mereka punya penghasilan mereka. Dua bersaudara, baik Bayu maupun Dimas, yang duduk di bangku satu sekolah di
Kota Jambi, Provinsi Jambi membuat limbah paralon merupakan nilai jual tinggi dan kerajinan. Mereka bisa menghasilkan pendapatan dari Rp500
ribu sampai Rp1,5 juta setiap bulannya. Ini kerajinan paralon dilakukan baik untuk tahun kalender. Meski awalnya terlihat sulit
untuk dipromosikan, tapi hari ini kerajinan sudah mulai diminati. Hal-hal yang mereka ciptakan adalah vas bunga, kotak sirih dan kotak tisu.Baca juga: pusat plakat

Mengejar Target Ekspor, Kemendag Utus UKM Kerajinan Tangan ke Hong Kong

164

Mengejar Target Ekspor, Kemendag Utus UKM Kerajinan Tangan ke Hong Kong

Sebagai saran, kinerja ekspor produk kerajinan pada tahun 2014, Indonesia mencatat nilai ekspor ke dunia sebesar USD694,3 juta,
seiring dengan nilai ekspor barang kerajinan ke Hong Kong sebesar USD39,5 juta. Itu membuat Hong Kong melakukan ekspor ke-3
tujuan setelah Amerika Serikat (AS) dan Jepang tahun lalu. “Peran Hong Kong sebagai pusat logistik sangat erat kaitannya
Penting di Asia Partisipasi Indonesia tahun ini diharapkan bisa menarik lebih banyak pembeli asing melalui pameran
Hadiah Hong Kong dan Premi Premium 2015 diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap pencapaian target ekspor kerajinan kami ke
dunia hingga USD967 juta tahun ini, “kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak.
melalui pernyataan tertulis, Jakarta, Senin (27/4/2015). Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan pertumbuhan ekspor yang masif
dari tahun 2019. Meskipun demikian, kerajinan masih didorong untuk memimpin dalam meningkatkan ekspor. Untuk tahun kalender ini, ekspor
Target untuk seni kulit mencapai USD967 juta. Nus menjelaskan, beberapa pengusaha dan UKM termasuk kerajinan seperti Lekat, Batik Jawa
Galeri, Leginayba, dan PT. Dari Asia telah mendapatkan pengakuan dunia atas produk-produk yang diproduksi dalam Penghargaan WCC (World Craft Council)
2014 diselenggarakan dari Kementerian Perdagangan. Sementara itu, tujuan utama pasar ekspor kerajinan tangan Indonesia adalah ke dalam
AS, Jepang, Inggris, Jerman, Hong Kong, Australia, Belanda, Republik Korea, Prancis dan Singapura. Seperti yang dipahami,
Selama 2010-2014, tren ekspor produk kerajinan Indonesia ke seluruh dunia tumbuh sebesar 2,63 persen. Selagi
Tren ekspor produk kerajinan Indonesia ke Hong Kong hingga periode 2010-2014 mencapai 115,37 persen. Jadi, untuk mencapainya
Hal ini, Kementerian Perdagangan mengirimkan 25 wiraswasta dan cinderamata usaha kecil dan menengah (UKM) ke Indonesia
pamer dalam pameran Hong Kong Gifts and Premium Fair 2015 yang akan diselenggarakan pada tanggal 27-30 April 2015 di Hong Kong
Pusat Konvensi dan Pameran (HKCEC). Tampilan pameran terbesar produk premium dan souvenir di dunia.
Di atas tempat ?? 74.801 sqm bisa memamerkan produknya yang luar biasa. 126 m2 termasuk produk perhiasan, perhiasan,
fashion, batik, dekorasi rumah, furnitur, dan alat tulis. “Fasilitasi yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan untuk pengusaha adalah satu
dari komitmen Kementerian Perdagangan dalam mempromosikan produk unggulan Indonesia, khususnya kerajinan tangan dan souvenir
produk, ke pasar global, “jelas Nus.Baca juga: map ijazah

Menempel Hari Ibu, IPPNU Tasik Buat Kerajinan Kertas Bunga

158.jpg

Menempel Hari Ibu, IPPNU Tasik Buat Kerajinan Kertas Bunga

Pada malam peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember, Kepala Cabang (Pelajar) Mahasiswa Nahdlatul Ulama
Asosiasi (IPPNU) Kota Tasikmalaya membuat karangan kertas buatan tangan untuk disalurkan kepada ibu-ibu Kota Tasikmalaya. “Ini akan
juga memiliki dampak positif di masa depan, karena sosok wanita harus kuat dalam berbagai keadaan. Kita sebagai siswa
harus terus belajar secara serius dalam belajar dan harus menghormati dan merawat orang tua mereka, “kata Risma usai Review Bulanan NU,
Minggu (18/12). (Agum Gumilar / / Mahbib) “Kami juga mengajak seluruh panitia untuk membuat karangan bunga kertas yang akan dibagikan kepada
para kontestan dan untuk diberikan kepada ibunya, “tambah Siti. Risma Muflihah, Ketua IPPNU PC Kota Tasikmalaya, terimakasih.
kegiatan yang akan diadakan sesudahnya. Menurutnya ini menjadi kebanggaan bagi IPPNU yang menjunjung tinggi kemurkaan seorang gadis. Kertas
buket akan diberikan pada Hari Ibu yaitu satu set jadwal tiga hari, 20-22 Desember 2016, dan termasuk pewarnaan
Kompetisi, Lomba Membaca Pancasila, Lokakarya Karaoke dan Lokakarya Ibu Song. Seperti yang dikemukakan oleh Ketua Ibu
Kegiatan Hari, Siti Saidah, acara bertajuk “When Women Should Be Educated” ini merupakan masa pengingat bagi mahasiswi yang
Suatu hari nanti mereka akan berubah menjadi ibu.Baca juga: plakat akrilik

Jepang menjadi negara pembeli kerajinan Bali

152.jpg

Jepang menjadi negara pembeli kerajinan Bali

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Panasunan Siregar mengatakan, setelah Jepang, negara bagian yang penasaran
Kerajinan Bali, Singapura menampung 25,17 persen, Australia 3,32 persen dan Amerika Serikat 5,22 persen. Adalah
berbagai jenis barang untuk wanita dan pria dari segala umur. Kerajinan dari bahan baku kulit adalah mantel dan sabuk. Industri Bali
dan Trade Agency mendokumentasikan ekspor sepatu dan alas kaki lainnya selama 5 bulan periode Januari-Mei 2014 sebesar USD 845.776,52.
meningkat 21,48 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 1,07 juta dollar AS. Jepang menjadi negara yang menyerap
27,77 persen dari total ekspor berbagai jenis suvenir berbahan kulit dari pengrajin dari Bali. Suvenir, itu
Terjual dengan baik di antaranya, sepatu (apparel) dan juga berbagai bentuk tas yang dibuat dengan layout (build). Paling tidak, ekspor ini mampu
untuk menghasilkan devisa USD 2,14 juta melalui lima bulan pertama tahun 2014 meningkat 154,33 persen tepatnya
periode yang sama persis tahun sebelumnya yang hanya USD 842.310.83 Jumlah ekspor turun 14,36 persen dari 195,808
Pasangan dalam lima minggu pertama 2013 hanya 167.696 pasang untuk pakaian jadi, sedangkan untuk tas, turun 18,07 persen dari 1,15.
juta unit dalam lima bulan pertama 2013 menjadi 944.772 unit pada periode yang sama 2014. Selain itu, Thailand menyerap
1,87 persen, Jerman 5,34 persen, Hong Kong 0,25 persen, Prancis 4,90 persen, Spanyol 2,09 persen, Inggris 0,56 persen
dan 23,52 persen. Dan sisanya dikonsumsi oleh sejumlah negara yang berbeda.Baca juga: harga piala